Aku Menulis dan Aku Bahagia
Kaget. Itulah adalah yang saya rasakan
saat ada challenge 2 batch 37 ini. Why? Firsly, Iya karena kita harus membahas
mengenai manfaat menullis atau pengalaman menulis. Dan saya tau dirilah, hanya
seorang yang baru belajar menulis dan sudah diminta menuliskan manfaat dan
pengalaman. Secondly, harus nulis di blog. You know saya belum pernah buat blog
dan sekarang harus buat blog demi challenge ini. Jadi maklum aja yah jika
blognya flat nothing special.
Bagi
segelintir orang, menulis adalah hal yang membosankan. Rela mengorbankan waktu
hanya untuk membuat tulisan yang belum tentu dibaca, dilike apalagi dishare
oleh orang lain. Yah hal ini bukan boomerang tuk berhenti menulis yah, sebab
setiap individu punya kecintaan yang berbeda. Yakinlah suatu saat akan ada orang di luar sana yang
suka dengan tulisan kita. Meskipun alasan utama untuk menulis bukan cuman ingin
tulisan kita direpost dll, tapi ada manfaat luar bisa yang membuat seseorang
sekali cinta akan terus cinta dengan dunia kepenulisan. Apasih yang menarik
dari kegiatan menulis?
1.
Reminder
Menulis adalah salah satu solusi bagi kalian yang
suka lupa. Sebuah kisah ada bukan untuk dilupakan, melainkan untuk dikenang. Loh
kok dikenang? Gagal move on dong?
The answer is
no. Ingatlah pribahasa bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Yah tentu saja,
hidup ini butuh pengalaman untuk menjalaninya dengan baik. Pengalaman-
pengalaman yang telah lalu perlu kita abadikan dalam tulisan untuk kita jadikan
sebagai reminder dan pembelajaran agar tak terjerumus ke dalam lubang yang
sama.
2.
Penetralisir psikis
Ini
sangat cocok untuk orang yang introvert seperti saya dan mungkin kamu juga. Tak
semua orang punya keberanian dalam mengungkapkan emosinya di depan publik. Dalam
hal ini, orang- orang introvert akan lebih banyak merenung dan mudah
terstimulasi dengan lingkungan yang dapat menyebabkan strees. Tetapi tahukah
kamu, orang yang introvert itu adalah orang yang pemikir dan imajinatif. Mereka
inilah yang sangat pandai menuangkan segala emosinya dalam tulisan yang penuh
inspirasi kehidupan. Justru dengan karya tulis, mereka menghempaskan segala
stress dan emosi yang mereka hadapi dan berpeluang menjadi penulis inspiratif.
3.
Fluency training
Buat
kalian yang tidak percaya diri berbicara secara lisan. Don’t be worry. Mungkin kalian
lebih suka chatting daripada telepon seluler. Sama yah, saya juga seperti itu. Saya
berani katakan kamu ada bakat menulis. Yah, tak semua orang mampu mengetik
ribuan karakter huruf setiap jamnya. Sebagian besar yang mampu melakukannya adalah
para penulis. Jadi, tulisan dapat menjadi alat browsing terbaik untuk mengumpulan
segala ide yang menghasilkan konsep yang matang. Dengan ini, tentu membuat kita
lebih percaya diri dalam mengungkapkan segala emosi di depan publik dan fluency
kita akan terlatih secara otomatis.
Komentar
Posting Komentar