Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Aku Menulis dan Aku Bahagia

Kaget. Itulah adalah yang saya rasakan saat ada challenge 2 batch 37 ini. Why? Firsly, Iya karena kita harus membahas mengenai manfaat menullis atau pengalaman menulis. Dan saya tau dirilah, hanya seorang yang baru belajar menulis dan sudah diminta menuliskan manfaat dan pengalaman. Secondly, harus nulis di blog. You know saya belum pernah buat blog dan sekarang harus buat blog demi challenge ini. Jadi maklum aja yah jika blognya flat nothing special. Bagi segelintir orang, menulis adalah hal yang membosankan. Rela mengorbankan waktu hanya untuk membuat tulisan yang belum tentu dibaca, dilike apalagi dishare oleh orang lain. Yah hal ini bukan boomerang tuk berhenti menulis yah, sebab setiap individu punya kecintaan yang berbeda. Yakinlah  suatu saat akan ada orang di luar sana yang suka dengan tulisan kita. Meskipun alasan utama untuk menulis bukan cuman ingin tulisan kita direpost dll, tapi ada manfaat luar bisa yang membuat seseorang sekali cinta akan terus cinta dengan ...

Becak Tua Pak Samad

Pagi adalah hal yang paling dibenci oleh pak Samad. Bagaimana tidak, sinar matahari yang menerobos masuk  ke rumah sederhana itu memaksanya untuk bangkit dari tidurnya. Ia harus mengais rezeki untuk putrinya Aisyah yang baru berusia 2 tahun dan juga istrinya yang lumpuh setelah kelahiran Aisyah putrinya. Ketika matahari terbit, pak Samad sudah mengayuh becaknya ke pasar dan sekolah sekolah untuk menjemput rezekinya. Setidaknya pak Samad punya satu langganan dipasar dan juga satu di sekolah.  Ditengah kelelahan mengayuh sepeda, pak Samad dikejutkan dengan suara lembut yang memanggilnya dari belakang. Yah itu adalah suara salah satu pelanggannya, namanya  Icha siswi kelas dua SMP. “ Alhamdulillah, aku tidak terlambat hari ini, mbak Icha belum berangkat ke sekolah” gumam Pak Samad seraya memutar balik becaknya. Pak Samad penuh kekecewaan ibarat disambar petir di tengah terik matahari yang membakar kulit hitamnya. Icha berangkat ke sekolah dengan teman prianya. “ P...

Why?

Duhai saudariku, tak semua hal sama dengan keinginan dan harapan. Manusiawi jika kita merasa kecewa, sedih dan bahkan marah menyalahkan keadaan. Tetapi, itu semua bukanlah alas an untuk kita melambaikan tangan tuk berhenti menjadi muslim dan muslimah yang penuh kasih sayang. Ingatlah Islam itu cinta. Kebaikan bahkan sesederhana lambaian tanganmu untuk saudarimu yang tak terbalas pun sudah menjadi bagian dari ikhtiar tuk menggapai cinta- Nya. Berhentilah menyalahkan menyalahkan Allah subhanahuu wa ta’ala dan keadaan saat ini. Allah subhanahuu wa ta’ala berfirman: “… tetapi boleh jadi kami membenci sesuatu, padahal sesuatu itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”. (Q.S. Al- Baqarah:216) Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah itu tahu baik- buruknya sesuatu itu untuk kita. Allah Knows the best than we are. Why? Ya karena Allah bahkan lebih mengerti diri kita dibanding diri kita sendiri. Bahka...